Jepang adalah sebuah negara kepulauan di lepas pantai Asia Timur. Negeri Jepang terdiri dari lebih dari ratusan pulau di antaranya empat pulau besar dari negeri ini yakni, Hokkaido , Honshu, Shikoku, dan Kyushu.
Sebelum mengenal Kyoto University lebih dekat, ada baiknya kita mengenal kota Kyoto dulu.
Kota Kyoto di pulau Honshu yang mana merupakan kota bersejarah di Jepang. Setiap tahunnya para turis dari manca negara mengunjungi Kuil ? kuil Shinto dan Buddha di kota Kyoto. Kota Kyoto adalah kota bersejarah lebih dari 1200 tahun yang memiliki jumlah penduduk sekitar 1.464.990 ribu jiwa yang mana kota ini merupakan kota penting di negeri Jepang. Berbagai macam festival kebudayaan yang paling penting diselenggarakan di kota ini, salah satunya ` Gion Matsuri` pada bulan Juli dan `Gosan no Okuribi` yang merupakan festival terbesar pada bulan pertengahan Agustus.
Dari tahun 794 sampai tahun 1869 sebelum ibu kota Jepang di pindahkan ke Tokyo, Kyoto merupakan ibu kota Jepang lebih dari ribuan tahun. Kota ini memiliki ratusan bangunan bersejarah salah satu nya Golden Pavilion, Kuil Kyomizu dan Kuil Heian.
Kota Kyoto mempunyai banyak perguruan tinggi dan menurut statistik tidak kurang dari 10% dari jumlah penduduk adalah mahasiswa , jika dibandingkan dengan kota lain di Jepang, jumlah mahsiswa perguruan di kota ini sangat menonjol. Maka dari itu kota ini sangat ideal sebagai lingkungan mahasiswa dan juga merupakan tempat pertukaran pelajar dari berbagai manca negara yang memilih kota Kyoto sebagai tempat untuk belajar di Jepang. Kyoto bukan hanya memiliki Universitas Kyoto di mana salah satu Perguruan Tinggi yang utama dan terkenal , tapi di Kyoto pun memiliki belasan universitas pemerintah dan swasta lainnya.
UNIVERSITAS KYOTO
Kyoto University didirikan pada tahun 1897 (30 Meiji) sebagai kampus kedua di Jepang. Restorasi Meiji yang mengadopsi variasi sistem barat dalam rangka untuk mendirikan pemerintahan yang modern, maka pendidikan juga tidak terlepas dari perubahan tersebut. Pada saat berdirinya Kyodai (sebutan populer Kyoto University), mahasiswa harus menyelesaikan 4 tahun wajib sekolah dasar, 2 tahun lanjutan sekolah dasar, 5 tahun sekolah menengah dan 3 tahun sekolah atas. Sementara di pusat pemerintahan yaitu di Tokyo telah berdiri universitas pertama di Jepang yaitu Tokyo University pada tahun 1877 atau 20 tahun sebelum Kyodai didirikan dalam rangka menyiapkan pemerintahan yang baru.
Peningkatan jumlah kebutuhan mahasiswa untuk mengembangkan universitas negeri dan kebutuhan akan individu yang berbakat guna ekspansi industri semenjak perang Jepang – Sino adalah latar belakang dibalik berdirinya Kyto University. Hal ini terbukti dengan adanya Fakultas Teknik dan Sains yang pertama kali dibuat untuk merefleksikan kondisi saat itu. Selanjutnya Fakultas Hukum dan Kedokteran didirikan pada tahun 1899, dan Jurusan Sastra didirikan pada tahun 1906.
Pada masa Jepang memasuki periode percepatan ekonomi pada pertengahan tahun 1950-an, kebutuhan untuk memperluas pelatihan peneliti dan teknisi datang baik dari industri maupun pemerintah. Kementrian Pendidikan membuat rencana skala besar guna meningkatkan jumlah angka mahasiswa pada sains dan teknik di universitas. Merespon hal ini, Kyodai membuat departemen baru di Fakultas Sains dan Teknik. Fakultas Teknik membuka 12 departemen pada tahun 1957 dengan jumalh mahasiswa mencapai 1.653 dan pada tahun 1966 terdapat 22 departemen dengan mahasiswa sebanyak 3.632. Lebih lanjut, pada tahun 1960 Fakultas Farmasi didirikan untuk memperkuat dibidang sains Jepang.
Pada masa tersebut muncul Profesor Yukawa Hideki dari Fakultas Sains yang telah mendapatkan Nobel dibidang Fisika sebab membuat Teori Meson (Theory of The Meson). Pada tahun 1965, Tomonaga Sin’itiro yang merupakan lulusan Physics Department Faculty of Science (sama dengan Profesor Yukawa) juga memenangkan Nobel Prize dibidang fisika. Kyodai juga terkenal dalam fieldwork di Asia Tengah, Asia Barat, dan Afrika oleh para peneliti dari Fakultas Pertanian, The Institute for Research in Humanities dan Fakultas sains. Pada tahun 1981 Profesor Fukui Kenechi dari Fakultas Teknik mendapatkan Nobel Prize dibidang kimia. Pada tahun 1987 Tonegawa Susumu dari Departemen Kimia Fakultas Sains mendapatkan Nobel Prize dibidang kedokteran dan biologi. Pada tahun 2001, Noyori Ryoji dari Departemen Industri Kimia Fakultas Teknik mendapatkan Nobel Prize dibidang kimia dan pada tahun 2008 Profesor Emeritus Masukawa Toshihide mendapatkan Nobel Prize dibidang fisika.
PENDIRI KYOTO UNIVERSITY

Kyoto Imperial University yang lebih dikenal dengan Kyodai berdiri pada bulan Juni 1897 (30 Meiji) sebagai universitas kedua di Jepang setelah Tokyo Imperial University. Rektor pertama Kyodai adalah Kinoshita Hiroji yang lahir di Kumamoto. Kinoshito Hiroji yang mendeklarasikan kepada mahasiswa pada saat upacara penerimaan mahasiswa baru yakni “this university is neither a branch nor small-scale model of Tokyo Imperial University and emphasized that it was necessary for Kyoto University to have a unique character”. Pada awal pidato pembukaan upacara, Kinoshita sepenuhnya yakin bahwa “this university treats its students as gentlement and scholars and not as children”. Salah satu mahasiswa Fakultas Hukum, Sasaki Soichi (setelah itu menjadi profesor) mengatakan bahwa “Kinoshita’s idea was to create a free and lively academic environment and that essentially having the right to choose your electives required having confidence in those choices and at the same time taking personal responsibility for them”.
sebagai peraih nobel, Kyodai pasti bukan lagi universitas abal-abal. seiring dengan perkembangan zaman, Kyodai menjadi universitas dengan nama besar di Jepang. Skala mahasiswanyapun bukan hanya dari dalam negeri namun sudah menyebar keluar negeri dan memikat para pelajar.
jadi, untuk 2014 tidak salah bila Kyodai menjadi tujuan belajar selanjutnya apalagi untuk siswa SMA kelas 12. Eksistensi Kyodai tidak akan memudar sepanjang zaman.
*dari banyak sumber
salam Nurul Azisa M